Selasa, 28 November 2017

Makalah Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam tentang Mazhab Alternatif

Bab I
Pendahuluan
A.    Latar Belakang
      Sejarah pemikiran ekonomi Islam dimulai dari pendekatan dan metode sejarah pemikiran ekonomi Islam kemidian sampai kepada pembahasan mazhab alternatif yang menerangkan tentang analisis kritis bukan hanya dilakukan pada mazhab kapitalisme dan sosialisme tetapi juga terhadap ekonomi Islam itu sendiri. Islam adalah agama yang benar tetapi ekonomi Islam tentu benar karena tafsira manusia terhadap Al-Qur’ab dan Al-Hadis sehingga kebenarannya belum tentu mutlak.
      Proporsi dan teori-teori yang dianjukan dan oleh ekonomi Islam haruslah selalu diuji kebenarannya sebagaimana yang dilakukan terhadap ekonomi konvesional. Ekonomi Islam selalu memberi kesempatan untuk ekonomi sebagai ilmu yang selalu berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu ekonomi lain.
B.     Rumusan Masalah
1.        Bagaimana gagasan dan jejaring mazhab alternatif ?
2.        Bagaimana konteks kemunculan mazhab alternatif ?
C.     Tujuan Makalah
Untuk mengetahui jawaban atas rumusan masalah diatas.






Bab II
Pembahasan
A.    Mazhab Alternatif
      Mashab alternatif ini mengkritik dua mazhab yaitu, mazhab Baqir dan mazhab mainstream. Mazhab Baqir dikritik sebagai mazhab yang berusaha menemukan sesuatu yang baru yang sebenarnya telah ditemukan oleh orang lain. Menghancurkan toeri yang baru. Sedangkan mazhab mainstream dikritiknya sebagai jiplakan dari ekonomi neoklasik dengan menghilangkan variabel riba dan memasukkan variabel zakat da niat.
1. Gagasan Mazhab Alternatif
a. Timur Kuran
      Ia adalah seorang dosen ekonomi di Southen California, University, USA. Tulisan artikel-artikelnya yaitu: “The Economy System in Contemporary Islamic Thought”. Mazhab ini mengkritik  mengkritik dua mazhab sebelumnya yaitu mazhab baqir dikritik sebagai mazhab yang berusaha menemukan teori baru yang sesumgguhnya telah ditemukan oleh orang lain. Alternatif mempunyai pendapat bahwa analitiss bukan saja harus dilakukan terhadap sosialisme dan kapitalis, tetapi terhadap ekonomi islam itu sendiri.
      Mazhab ini paling sering digunakan karena paling realistis dan pada beberapa sector telah menemukan teori-teori baru. Selain itu ada beberapa alas an yang kuat diantaranya yaitu:
·         Pertama tidak ada satu cabang ilmu yang hadir dikemudian hari tanpa ada berkaitan dengan disiplin ilmu yang telah dikembangan pada masa sebelumnya. 
·           Kedua, pondasi rancangan ekonomi, islam pada saat inibelum sepenuhnya kokoh dan macam-macam teorinya sebagai.
Mazhab ini adalah mazhab kritis. Mereka berpendapat bahwa islam itu benar tetapi ekonomi islam belum tentu benar karena ekonomi islam adalah tafsiran manusia atas Al-qur’an dan As-sunah. Oleh karena itu nilai kebenarannya tidaklah mutlak. Teori-teori yang diajukkan oleh ekonomi islam harus selalu diuji kebenarannya sebagaimana yang telah dilakukan terhadap ekonomi konvensional.
Masing-masing dari ketiga mazhab telah memiliki ciri menonjol, seperti halnya mainstream yang terlihat paling moderat karena sikapnya terhadap sistem ekonomi konvensional yang tidak semata-mata dihapus, melainkan dipilah berdasarkan prinsip metodologi. Teori islam jika mendapatkan sesuatu yang tidak salah dan dibolehkan atau dibenarkan maka hal itu dilaksanaknan dan apabila ada yang salah maka hal itu dihilangkan. Begitu juga sikapnya terhadap permasalahan pangkal dari sebuah teori ekonomi berupa scrachity (kelangkaan) yang pada dasarnnya titik tolaknya sama melainkkan pada distribusinya. Hal ini berbeda sekali dengan As-Shadr, yang sampai tegasnya mazhab ini berpendapat bahwa, jika ingin dinamakan ekonomi islam seharusna tidak perlu pakai istilah ekonomi tetapi dengan istilah yang berubah yakni iqtishoduna.
Seperti halnya kekurangan mazhab sebelu mazhab alternative, cenderung mudah disalah presepsikan sebagai ekonomi minus riba plus zakat dapat kemudian ditegaskan oleh mazhab As-Shadr dan dikoreksi secara terus-menerus oleh alternative. Teori pada dasarnya akan mengalami evolusi melalui pelestarian inovasi. Maka terdapat suatu proses evolusi dalam sejarah manusia, proses ini ditandai dengan dua kecenderungan yakni keanekaragaman dan kemajuan. Keanekaragaman mengacu kepada kenyataan bahwa jumlah dan aneka masyarakat sangat meningkat dan pola-pola adaptasi manusia semakin lama semakin berbeda-beda. Sementara kemajuan tidak mengacu kepada peningkatan kebahagiaan atau moralitas tetapi kepada perkembangan teknologi dan perubahan organisasi dan ideologi yang terjadi bersamaan dengan perkembangan teknologi.
2.      Jejaring Mazhab Alternatif
      El-Ashakerda Wilson  (2006)  menulis, “sejak awal abad ke-21, jumlah proyek intelektual ekonomi islam telah berpengaruh begitu kuatnnya terhadap corak dan struktur pemikiran ekonomi islam”. Tidak kurang dari 700 judul yang orisil dan komentar tentang ekonomi islam ditulis dari tahun 1950-an hingga akhir tahun 1970-an.
      Kenyataan ini mengukuhkan bahwa ekonomi islam terus berkembang seiring tumbuhnya minat yang besar di kalangan ekonomi muslim untuk mengkaji ekonomi islam secara intens. Saat ini, hal itusemakin terasa ketika muncul beberapa mazhab kontemporer ekonomi islam yakni mazhab Baqir As-Shadr, kemudian lahiralah mazhab alternatif yang menjadi “pertanda” bahwa ekonomi tidak tunggal, cenderung bersifat heterodoks. Dari sebelumnya terjadi ketidak sesuaian atau perbedaan pendapat. Ini adalah konsekuensi dari upaya manusia untuk memahami ekonomi, tidak berlebihan jika Schumpeter (2006) memandang bahwa sejarah ekonomi adalah sejarah intelekual yang lahir meninggalkan jejak ketika manusia mencoba memahami fenomena  ekonomi.
      Intensitas pengoprasian sistem ekonomi akan mengantarkan sejarawan ekonomi memahami transformasi dan kriteria setiap pemikiran ekonomi yang tumbuh disepanjang patahan-patahan pemikiran ekonomi, tidak terkecuali pemikiran ekonomi islam.Teori- teori ekonomi dihasilkan ideologi tumbuh, dan berbagai penelitian di produksi. Tumbuhnya fase kontemporer ekonomi islam agaknya adalah mata rantai dari semangat pemikiran ekonomi yang tumbuh di dunia muslim. Menguatnya pertumbuhan ekonomi islam, lengkap dengan struktur ekonomi.yang ditawarkan seperti tumbuhnya perbankan dan keuangan islam merupakan fakta yang menguatkan bahwa penggabaian peran historis sarjana muslim teerhadap perkembangan pemikiran ekonomi oleh Joseph A. Schumpeter adalah naïf, karena di puji-puji semakin hari semakin menunjukkan kelemahannya. Ini mendorong tumbuhnya kesadaran dikalangan umat islam untuk kembali memperbaiki diri untuk pemikiran ekonomi yang pernah dibahas oleh sarjana muslim klasik, bahkan telah dipraktikan sebagai sebuah sistem kebijakan ekonomi.
      Kini pada fase alternative pemikiran ekonomi terus digali, ditafsir ulang hingga diterjemahkan secara sistematis sehingga melahirkan semacam spektrum ekonomi islam, yang unik dan terdiferensiasi. Apabila dibandingkan dengan sistem ekonomi konvensional. Ada pengaruh kinerja intelektual yang dibangun oleh para pemikir ekonomi klasik khusnya di bidang ekonomi, terhadap tumbuh dan berkembangnya aliran scholasticism Eropa. Pengaruh ini secara intensif dalam pengembangan ekonomi islam sehingga mudah menemukan adanya benang merah antara pemikiran strukturlogis ekonomi islam kontemporer khusnya dalam mazhab Baqi  As-Shadr dan mazhab alternatif.
3.      Konteks Kemunculan Mazhab Alternatif
      Konteks lahirnya mazhab alternatif kapitalisme lanjut (The Late Capitalism) telah mencengkram kehidupan ekonomi dunia dengan kuatnya. Tidak sekedar mencengkram, kapitalisme kini tumbuh dalam bentuk yang super hebat, halus dan kasar. Ada paradox dan ambevalensi yang menyertai tumbuhnya kapitalisme menjadi sistem budaya ekonomi. Wacana ekonomi global yang dikendalikan oleh sistem kapitalisme lanjut menjadi sebuah tempat perlombaan, kecepatan, persaingan. Hal ini menggabungkan bahwa kapitalisme telah menjadi mekanisme tunggal yang kompleks untuk tidak mengatakannya sebagai virus yang memicu banyak gangguan terhadap tumbuh sosial.
      Kapitalisme lanjut terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya memiliki fungsi yang penting dan besar dan budaya ekonomi global sekarang ini. Setiap gerak ekonomi dan prilaku ekonomi kini diarahkan untuk menjawab, merespon, dan memberikan yang terbaik sebagai budaya dan identitas kapitalisme lanjut. Pasar konvensional dijadikan sebagai arena jual beli atau transaksi barang dan jasa menjelang abad ke 21 berubah wujud menjadi super pasar atau hypermarket yaitu, yaitu pasar yang melampaui pengertian pasar yang konvensional.
      Pasar-pasar modern tidak hanya digunakan sebagai transaksi saja tetapi telah menjadi ruang tempat terjadi akulturasi, sebuah tempat untuk belajar mencari nilai-nilai, tempat membangun diri, dan masih banyak lagi yang lainnya. Stanford 2008 menyatakan bahwa kapitalisme telah berlangsung dan tumbuh dengan suburnya selama 300 tahun. Ini menjadi pertanda bahwa kapitalisme lanjut telah menjadi suatu yang kompleks dengan tingginya tingkat ketergantungan padanya, lengkap dengan paradoks serta kontradiksi yang dihasilkan oleh kapitalisme lanjut ini. Krisis siklis dehumanisasi ekonomi, dan konglomerasi telah menjadi paradoks kapitalisme lanjut yang tidak bisa disingkirkan bahkan tampak menumbuh dengannnya.
      Elster dan Moene 1993 menulis bahwa kapitalisme telah meninggalkan kejelekan, irasionalisme cara-cara dalam melakukan produksi serta distribusi barang dan jasa. Hal lainnya adalah pengangguran yang masih begitu jelas. Kendati Elster dan Moene menyatakan sosialisme tidak dapat dinilai dengan kepercayaan diri yang tinggi sebagai sistem yang lebih baik daripada kapitalisme minimal kritik yang lahir dari sosialisme agaknya mampu melacak akar paradoks yang lahir dari kapitalisme baik dari struktur ekonomi maupun dalam struktur sosial ketika kapitalisme masuk kedalamnya.
      Kartani 2003 memaparkan bahwa dikalangan Marxisme, krisis merupakan kritik fundamaental terhadap teori ekonomi. Menurut kalangan Marxisme mereka yang terlanjur menawarkan sosialismae sebagai solusi. Uang adalah akar dari masalah krisis kapitalisme, seharusnya uang tidak diposisikan sebagai komoditas melainkan sebagai media instrumen. Dalam kapitalisme dikenal istilah “self reproductive money”  istilah ini muncul karena ada perdagangan.
      Hoppe (2010) menegaskan bahwa sosisalisme bermoral dari pada kapitalisme bagi sosialisme hal ini terbilang menggangu karena sesungguhnya yang ada dalam aktifitas ekonomi adalah ego individual. Inilah akar dari kapitalisme kini sosialisme telah mendaminasi spirit modern, dalam makna yang banyak masa yang menyetujui dan mengekspresikannya. Menurut Ludwig Van Misses yaitu salah satu doktrin terkuat yang dimiliki sosialisme adalah kritiknya yang tajam terhadap masyarakat borjuis meskipun sosialisme tidak bisa terlepas dari kritik yang tajam bahkan banyak idealisme yang dibangun oleh sosialisme. Misses memaparkan sosialisme dipahami dalam hal bekerja mekanisme ekonomi, yaitu ketika sosialisme tampaknya kurang paham tentang fungsi sebagai institusi sosial yang berbasis pada pembagian kerja dan kepemilikan privat.
      Memang tidak mudah memaparkan kesalahan teori tentang sosialis dengan menggunakan teori ekonomin, tetapi kritik akan lebih tepat dilakukan terhadap doktrin yang dilakukan oleh sosialisme. Hak ini tidak bisa terlepas dari yang terkandung dalam doktrinsosialisme, hal yang tidak akan ditemukan dalam kapitalisme lanjut.     
      









Bab III
Penutup
A.    Kesimpulan
      Dalam mazhab alternatif berpendapat bahwa analisis kritis bukan hanya dilakukan terhadap kapitalisme dan sosialisme tetapi juga terhadap ekonomi islam itu sendiri. Mereka yakin bahwa islam itu pasti benar tetapi ekonomi islam belum tentu benar, karena dia adalah tafsiran manusia terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadist, sehingga nilai kebenarannya tidaklah mutlak.
      Proposisi dan teori-teori yang diajukan oleh ekonom-ekonom Islam haruslah selalu diuji kebenarannya sebagaimana yang dialukan terhadap ekonomi konvensional. (Memberi kesempatan untuk ekonomi sebagai ilmu yang selalu berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu-ilmu lain).   












Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar