Bab I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Sejarah pemikiran ekonomi Islam dimulai
dari pendekatan dan metode sejarah pemikiran ekonomi Islam kemidian sampai
kepada pembahasan mazhab alternatif yang menerangkan tentang analisis kritis
bukan hanya dilakukan pada mazhab kapitalisme dan sosialisme tetapi juga
terhadap ekonomi Islam itu sendiri. Islam adalah agama yang benar tetapi
ekonomi Islam tentu benar karena tafsira manusia terhadap Al-Qur’ab dan
Al-Hadis sehingga kebenarannya belum tentu mutlak.
Proporsi dan teori-teori yang dianjukan
dan oleh ekonomi Islam haruslah selalu diuji kebenarannya sebagaimana yang
dilakukan terhadap ekonomi konvesional. Ekonomi Islam selalu memberi kesempatan
untuk ekonomi sebagai ilmu yang selalu berkembang sesuai dengan perkembangan
ilmu ekonomi lain.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana gagasan dan jejaring mazhab alternatif ?
2.
Bagaimana konteks kemunculan mazhab alternatif ?
C.
Tujuan Makalah
Untuk mengetahui
jawaban atas rumusan masalah diatas.
Bab II
Pembahasan
A.
Mazhab Alternatif
Mashab alternatif ini mengkritik dua
mazhab yaitu, mazhab Baqir dan mazhab mainstream. Mazhab Baqir dikritik sebagai
mazhab yang berusaha menemukan sesuatu yang baru yang sebenarnya telah
ditemukan oleh orang lain. Menghancurkan toeri yang baru. Sedangkan mazhab
mainstream dikritiknya sebagai jiplakan dari ekonomi neoklasik dengan
menghilangkan variabel riba dan memasukkan variabel zakat da niat.
1.
Gagasan Mazhab Alternatif
a.
Timur Kuran
Ia adalah seorang dosen ekonomi di
Southen California, University, USA. Tulisan artikel-artikelnya yaitu: “The Economy System in Contemporary Islamic
Thought”. Mazhab ini mengkritik
mengkritik dua mazhab sebelumnya yaitu mazhab baqir dikritik sebagai
mazhab yang berusaha menemukan teori baru yang sesumgguhnya telah ditemukan
oleh orang lain. Alternatif mempunyai pendapat bahwa analitiss bukan saja harus
dilakukan terhadap sosialisme dan kapitalis, tetapi terhadap ekonomi islam itu
sendiri.
Mazhab ini paling sering digunakan karena
paling realistis dan pada beberapa sector telah menemukan teori-teori baru.
Selain itu ada beberapa alas an yang kuat diantaranya yaitu:
·
Pertama
tidak ada satu cabang ilmu yang hadir dikemudian hari tanpa ada berkaitan
dengan disiplin ilmu yang telah dikembangan pada masa sebelumnya.
·
Kedua,
pondasi rancangan ekonomi, islam pada saat inibelum sepenuhnya kokoh dan
macam-macam teorinya sebagai.
Mazhab ini adalah mazhab kritis. Mereka
berpendapat bahwa islam itu benar tetapi ekonomi islam belum tentu benar karena
ekonomi islam adalah tafsiran manusia atas Al-qur’an dan As-sunah. Oleh karena
itu nilai kebenarannya tidaklah mutlak. Teori-teori yang diajukkan oleh ekonomi
islam harus selalu diuji kebenarannya sebagaimana yang telah dilakukan terhadap
ekonomi konvensional.
Masing-masing dari ketiga mazhab telah
memiliki ciri menonjol, seperti halnya mainstream yang terlihat paling moderat
karena sikapnya terhadap sistem ekonomi konvensional yang tidak semata-mata
dihapus, melainkan dipilah berdasarkan prinsip metodologi. Teori islam jika
mendapatkan sesuatu yang tidak salah dan dibolehkan atau dibenarkan maka hal
itu dilaksanaknan dan apabila ada yang salah maka hal itu dihilangkan. Begitu
juga sikapnya terhadap permasalahan pangkal dari sebuah teori ekonomi berupa scrachity (kelangkaan) yang pada
dasarnnya titik tolaknya sama melainkkan pada distribusinya. Hal ini berbeda
sekali dengan As-Shadr, yang sampai tegasnya mazhab ini berpendapat bahwa, jika
ingin dinamakan ekonomi islam seharusna tidak perlu pakai istilah ekonomi tetapi
dengan istilah yang berubah yakni iqtishoduna.
Seperti halnya kekurangan mazhab sebelu
mazhab alternative, cenderung mudah disalah presepsikan sebagai ekonomi minus
riba plus zakat dapat kemudian ditegaskan oleh mazhab As-Shadr dan dikoreksi
secara terus-menerus oleh alternative. Teori pada dasarnya akan mengalami
evolusi melalui pelestarian inovasi. Maka terdapat suatu proses evolusi dalam
sejarah manusia, proses ini ditandai dengan dua kecenderungan yakni
keanekaragaman dan kemajuan. Keanekaragaman mengacu kepada kenyataan bahwa
jumlah dan aneka masyarakat sangat meningkat dan pola-pola adaptasi manusia
semakin lama semakin berbeda-beda. Sementara kemajuan tidak mengacu kepada
peningkatan kebahagiaan atau moralitas tetapi kepada perkembangan teknologi dan
perubahan organisasi dan ideologi yang terjadi bersamaan dengan perkembangan
teknologi.
2.
Jejaring Mazhab Alternatif
El-Ashakerda Wilson (2006) menulis, “sejak awal abad ke-21, jumlah proyek
intelektual ekonomi islam telah berpengaruh begitu kuatnnya terhadap corak dan
struktur pemikiran ekonomi islam”. Tidak kurang dari 700 judul yang orisil dan
komentar tentang ekonomi islam ditulis dari tahun 1950-an hingga akhir tahun
1970-an.
Kenyataan ini mengukuhkan bahwa ekonomi islam terus berkembang seiring
tumbuhnya minat yang besar di kalangan ekonomi muslim untuk mengkaji ekonomi
islam secara intens. Saat ini, hal itusemakin terasa ketika muncul beberapa
mazhab kontemporer ekonomi islam yakni mazhab Baqir As-Shadr, kemudian lahiralah
mazhab alternatif yang menjadi “pertanda” bahwa ekonomi tidak tunggal,
cenderung bersifat heterodoks. Dari sebelumnya terjadi ketidak sesuaian atau
perbedaan pendapat. Ini adalah konsekuensi dari upaya manusia untuk memahami
ekonomi, tidak berlebihan jika Schumpeter (2006) memandang bahwa sejarah
ekonomi adalah sejarah intelekual yang lahir meninggalkan jejak ketika manusia
mencoba memahami fenomena ekonomi.
Intensitas pengoprasian sistem ekonomi akan mengantarkan sejarawan
ekonomi memahami transformasi dan kriteria setiap pemikiran ekonomi yang tumbuh
disepanjang patahan-patahan pemikiran ekonomi, tidak terkecuali pemikiran
ekonomi islam.Teori- teori ekonomi dihasilkan ideologi tumbuh, dan berbagai
penelitian di produksi. Tumbuhnya fase kontemporer ekonomi islam agaknya adalah
mata rantai dari semangat pemikiran ekonomi yang tumbuh di dunia muslim.
Menguatnya pertumbuhan ekonomi islam, lengkap dengan struktur ekonomi.yang
ditawarkan seperti tumbuhnya perbankan dan keuangan islam merupakan fakta yang
menguatkan bahwa penggabaian peran historis sarjana muslim teerhadap
perkembangan pemikiran ekonomi oleh Joseph A. Schumpeter adalah naïf, karena di
puji-puji semakin hari semakin menunjukkan kelemahannya. Ini mendorong
tumbuhnya kesadaran dikalangan umat islam untuk kembali memperbaiki diri untuk
pemikiran ekonomi yang pernah dibahas oleh sarjana muslim klasik, bahkan telah
dipraktikan sebagai sebuah sistem kebijakan ekonomi.
Kini pada fase alternative pemikiran ekonomi terus digali, ditafsir
ulang hingga diterjemahkan secara sistematis sehingga melahirkan semacam spektrum
ekonomi islam, yang unik dan terdiferensiasi. Apabila dibandingkan dengan
sistem ekonomi konvensional. Ada pengaruh kinerja intelektual yang dibangun
oleh para pemikir ekonomi klasik khusnya di bidang ekonomi, terhadap tumbuh dan
berkembangnya aliran scholasticism Eropa. Pengaruh ini secara intensif dalam
pengembangan ekonomi islam sehingga mudah menemukan adanya benang merah antara
pemikiran strukturlogis ekonomi islam kontemporer khusnya dalam mazhab
Baqi As-Shadr dan mazhab alternatif.
3.
Konteks Kemunculan Mazhab Alternatif
Konteks
lahirnya mazhab alternatif kapitalisme lanjut (The Late Capitalism) telah mencengkram kehidupan ekonomi dunia
dengan kuatnya. Tidak sekedar mencengkram, kapitalisme kini tumbuh dalam bentuk
yang super hebat, halus dan kasar. Ada paradox dan ambevalensi yang menyertai
tumbuhnya kapitalisme menjadi sistem budaya ekonomi. Wacana ekonomi global yang
dikendalikan oleh sistem kapitalisme lanjut menjadi sebuah tempat perlombaan, kecepatan,
persaingan. Hal ini menggabungkan bahwa kapitalisme telah menjadi mekanisme
tunggal yang kompleks untuk tidak mengatakannya sebagai virus yang memicu
banyak gangguan terhadap tumbuh sosial.
Kapitalisme lanjut terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya memiliki
fungsi yang penting dan besar dan budaya ekonomi global sekarang ini. Setiap
gerak ekonomi dan prilaku ekonomi kini diarahkan untuk menjawab, merespon, dan
memberikan yang terbaik sebagai budaya dan identitas kapitalisme lanjut. Pasar
konvensional dijadikan sebagai arena jual beli atau transaksi barang dan jasa
menjelang abad ke 21 berubah wujud menjadi super pasar atau hypermarket yaitu,
yaitu pasar yang melampaui pengertian pasar yang konvensional.
Pasar-pasar modern tidak hanya digunakan sebagai transaksi saja tetapi
telah menjadi ruang tempat terjadi akulturasi, sebuah tempat untuk belajar
mencari nilai-nilai, tempat membangun diri, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Stanford 2008 menyatakan bahwa kapitalisme telah berlangsung dan tumbuh dengan
suburnya selama 300 tahun. Ini menjadi pertanda bahwa kapitalisme lanjut telah
menjadi suatu yang kompleks dengan tingginya tingkat ketergantungan padanya,
lengkap dengan paradoks serta kontradiksi yang dihasilkan oleh kapitalisme
lanjut ini. Krisis siklis dehumanisasi ekonomi, dan konglomerasi telah menjadi
paradoks kapitalisme lanjut yang tidak bisa disingkirkan bahkan tampak menumbuh
dengannnya.
Elster dan Moene 1993 menulis bahwa kapitalisme telah meninggalkan
kejelekan, irasionalisme cara-cara dalam melakukan produksi serta distribusi
barang dan jasa. Hal lainnya adalah pengangguran yang masih begitu jelas.
Kendati Elster dan Moene menyatakan sosialisme tidak dapat dinilai dengan
kepercayaan diri yang tinggi sebagai sistem yang lebih baik daripada
kapitalisme minimal kritik yang lahir dari sosialisme agaknya mampu melacak
akar paradoks yang lahir dari kapitalisme baik dari struktur ekonomi maupun
dalam struktur sosial ketika kapitalisme masuk kedalamnya.
Kartani 2003 memaparkan bahwa dikalangan Marxisme, krisis merupakan
kritik fundamaental terhadap teori ekonomi. Menurut kalangan Marxisme mereka
yang terlanjur menawarkan sosialismae sebagai solusi. Uang adalah akar dari
masalah krisis kapitalisme, seharusnya uang tidak diposisikan sebagai komoditas
melainkan sebagai media instrumen. Dalam kapitalisme dikenal istilah “self reproductive money” istilah ini muncul karena ada perdagangan.
Hoppe (2010) menegaskan bahwa sosisalisme bermoral dari pada kapitalisme
bagi sosialisme hal ini terbilang menggangu karena sesungguhnya yang ada dalam
aktifitas ekonomi adalah ego individual. Inilah akar dari kapitalisme kini
sosialisme telah mendaminasi spirit modern, dalam makna yang banyak masa yang
menyetujui dan mengekspresikannya. Menurut Ludwig Van Misses yaitu salah satu
doktrin terkuat yang dimiliki sosialisme adalah kritiknya yang tajam terhadap masyarakat
borjuis meskipun sosialisme tidak bisa terlepas dari kritik yang tajam bahkan
banyak idealisme yang dibangun oleh sosialisme. Misses memaparkan sosialisme
dipahami dalam hal bekerja mekanisme ekonomi, yaitu ketika sosialisme tampaknya
kurang paham tentang fungsi sebagai institusi sosial yang berbasis pada
pembagian kerja dan kepemilikan privat.
Memang tidak mudah memaparkan kesalahan teori tentang sosialis dengan
menggunakan teori ekonomin, tetapi kritik akan lebih tepat dilakukan terhadap
doktrin yang dilakukan oleh sosialisme. Hak ini tidak bisa terlepas dari yang
terkandung dalam doktrinsosialisme, hal yang tidak akan ditemukan dalam
kapitalisme lanjut.
Bab III
Penutup
A. Kesimpulan
Dalam mazhab alternatif berpendapat bahwa
analisis kritis bukan hanya dilakukan terhadap kapitalisme dan sosialisme
tetapi juga terhadap ekonomi islam itu sendiri. Mereka yakin bahwa islam itu
pasti benar tetapi ekonomi islam belum tentu benar, karena dia adalah tafsiran
manusia terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadist, sehingga nilai kebenarannya tidaklah
mutlak.
Proposisi dan teori-teori yang diajukan
oleh ekonom-ekonom Islam haruslah selalu diuji kebenarannya sebagaimana yang
dialukan terhadap ekonomi konvensional. (Memberi kesempatan untuk ekonomi
sebagai ilmu yang selalu berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu-ilmu lain).
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar